Sunday, 20 March 2016

TFI: Bimbel 2nd Meet

Bimbel ACYD Bersama TFI

Pembelajaran di Bimbel Asrama Cinta Yatim dan Dhuafa dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building
Bersama Teach For Indonesia (TFI)
(Minggu kedua)
logo tfi.jpg
Kelas            : LL01
Dosen            : Sri Hutomo (D1415)
Waktu            : Sabtu, 19 Maret 2016
Jam            : 14.00 - 16.00 WIB
Jumlah anak didik    : 8 anak
Lokasi            : Jl. Sumatra Gg. H. Bakri, Jombang Ciputat, Tangerang Selatan
PIC            : Ibu Nunung
Anggota yang hadir    :
  1. Alvi Syahri (1901481352)
  2. Brandon Cornelius (1901485325)
  3. Cynthia Adeline (1901465430)
  4. Irene (1901463993)
  5. Joshua Renaldo (1901473464)
  6. Jovianne (1901473722)
  7. Kristanto Rianto (1901467221)
  8. Raden Roro Azlia Putri Ryanti (1901464112)
  1. Bagian isi
   
    Pada tanggal 19 Maret 2016, dimana hari itu merupakan kegiatan belajar mengajar pertemuan kedua kami dengan anak-anak Asrama Cinta Yatim & Dhuafa. Pada pertemuan ini kami yakin bahwa persiapan kami lebih matang dari minggu kemarin dan kami pasti dapat mencairkan suasana belajar mengajar kami agar tidak canggung seperti minggu sebelumnya.

    Sebelum kegiatan belajar mengajar ini dilakukan, seperti biasa kami berkumpul di BINUS University pada pukul 13.00 WIB. Setelah kelompok kami lengkap, kami melakukan perjalanan ketempat bimbel kami yaitu Asrama Cinta Yatim & Dhuafa dengan menggunakan mobil. Kami menghabiskan waktu selama perjalanan sekitar 40 menit.

    Setibanya di Asrama Cinta Yatim & Dhuafa pada pukul 13.45 WIB, ternyata kata Ibu Nunung (PIC) bahwa murid-muridnya belum pulang sebab masih ada acara. Oleh karena itu yang tadinya kami berjanji untuk mulai mengajar pukul 14.00 WIB, jadi terlambat menjadi jam 14.50 kami baru mulai mengajar karena murid-muridnya baru tiba di Asrama.

    Meskipun murid-murid datang terlambat, tetapi kami cukup senang karena melihat muridnya bertambah dari minggu sebelumnya yang hanya 5 orang menjadi 8 orang pada minggu ini. Dan setelah semua berkumpul, seperti biasa kami buka dengan Doa menurut kepercayaan masing-masing dan mengulang perkenalan dikarenakan adanya murid-murid yang baru datang pada minggu ini. Lalu, seperti yang kami rencanakan pada minggu lalu, bahwa pada minggu ini kami akan membagi murid-murid menurut Grade-nya agar kegiatan belajar mengajar lebih tepat sasaran dan efisien.



    Kami membaginya menjadi 2 kelompok, kelompok pertama adalah Joshua, Kristanto, Azlia, dan Irene untuk meng-handle murid-murid tingkat SD, sedangkan kelompok kedua adalah Alvi, Brandon, Cynthia, dan Jovianne untuk meng-handle murid-murid tingkat SMP dan SMA. Pada pertemuan ini kami membantu murid-murid untuk lebih dapat memahami mata pelajaran hitungan yaitu matematika. Bagi murid-murid tingkat SD, kami memberikan soal soal hitungan berupa pertambahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian. Dan terlihat ada beberapa anak yang kesulitan dalam hal tersebut, dan kami membantu menjelaskan secara lebih perlahan dengan menggunakan objek bantuan seperti sejumlah pulpen untuk memudahkan murid-murid untuk memahami pertambahan / pengurangan tersebut. Untuk murid-murid tingkat SMP dan SMA, mereka diberikan soal di papan tulis dan disuruh maju satu per satu untuk mengerjakan soal tersebut, materi yang diberikan mulai dari perkalian, pembagian, hingga fungsi komposisi.

    Metode yang kami gunakan sama dengan minggu lalu yaitu metode classroom, dimana pada pertemuan ini lebih disempurnakan dengan adanya pembagian kelompok belajar mengajar agar pelajaran yang kami bawakan lebih tepat sasaran dan efisien. Dan terlihat bahwa anak-anak sudah mulai aktif bertanya dibandingkan minggu lalu yang artinya kamipun sudah cukup berhasil mencairkan suasana belajar mengajar tersebut.

    Pada pertemuan ini juga terdapat beberapa Nilai Pancasila, diawal kami sudah menanamkan nilai agama sesuai sila pertama yaitu dengan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, walaupun terdapat perbedaan agama tetapi kami tidak membeda-bedakan mereka menurut agamanya dan tetap mengajar sepenuh hati. Kami juga menanamkan sikap demokrasi dengan membagi kelompok berdasarkan Grade muridnya sehingga murid-murid tidak merasa malu untuk berpendapat atau bertanya.

  1. Penutup
Pada pertemuan kedua ini kami merasa lebih baik dari pertemuan sebelumnya dikarenakan murid-muridpun sudah mulai aktif bertanya dan kamipun juga dapat menanggapinya dengan baik sehingga suasana menjadi lebih cair dan hubungan kami dengan murid-murid pun menjadi lebih akrab sehingga murid-muridpun dapat menganggap kami bukan sebagai guru melainkan sebagai teman belajarnya. Oleh karena itu, diharapkan pada pertemuan selanjutnya murid-murid dapat sharing tentang mata pelajaran yang sulit bagi mereka sehingga kita dapat mengetahui dan memberikan bimbingan belajar dalam mengatasi kesulitan tersebut.

TFI: Bimbel First Meet

Bimbel ACYD Bersama TFI

Pembelajaran di Bimbel Asrama Cinta Yatim dan Dhuafa dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building
Bersama Teach For Indonesia (TFI)
(Minggu Pertama)
logo tfi.jpg
Kelas            : LL01
Dosen            : Sri Hutomo (D1415)
Waktu            : Sabtu, 12 Maret 2016
Jam            : 14.00 - 16.00 WIB
Jumlah anak didik    : 5 anak
Lokasi            : Jl. Sumatra Gg. H. Bakri, Jombang Ciputat, Tangerang Selatan
PIC            : Ibu Nunung
Anggota yang hadir    :
  1. Alvi Syahri (1901481352)
  2. Brandon Cornelius (1901485325)
  3. Cynthia Adeline (1901465430)
  4. Irene (1901463993)
  5. Joshua Renaldo (1901473464)
  6. Jovianne (1901473722)
  7. Kristanto Rianto (1901467221)
  8. Raden Roro Azlia Putri Ryanti (1901464112)
  1. Bagian isi
   
    Pada tanggal 12 Maret 2016, kami melakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata kuliah Character Building : Kewarganegaraan. Kami diberikan kesempatan untuk mengajar sebuah bimbel. Akhirnya kami memilih Asrama Cinta Yatim dan Dhuafa yang terletak di Tangerang Selatan.
    Kami berkumpul terlebih dahulu di BINUS University pada pukul 13.00. Setelah semua anggota kelompok hadir, kami berangkat bersama menuju ke asrama tersebut menggunakan mobil. Kami tiba di asrama tersebut sebelum murid-murid datang. Akhirnya kami menunggu sambil diajak berbicara dengan ibu PIC dari asrama tersebut yaitu ibu Nunung.
Pada pertemuan pertama ini, kelompok kami sudah melakukan persiapan. Pada awalnya kami akan melakukan perkenalan diri antara kami dengan anak-anak bimbel, kemudian kami akan melakukan beberapa games tentang bahasa Indonesia. Kami melakukan permainan dan bagi yang kalah akan mendapatkan hukumannya supaya kondisi belajar mengajar lebih kondusif dan ramai.
    Tidak lama kemudian, murid-murid dari asrama tersebut pun datang. Ibu Nunung mengatakan bahwa hari ini hanya 5 murid yang dapat mengikuti kelas bimbel dikarenakan banyak anak-anak yang tidak bisa hadir. Akhirnya kami-pun memulai kelas dengan berkenalan terlebih dahulu dengan mereka agar tidak canggung. Awalnya, mereka masih sangat malu-malu untuk memperkenalkan diri.
    Kami memulai permainan Bahasa Indonesia yang pertama, yaitu Teka Teki Silang. Kami menyiapkan kolom dan baris untuk mereka isi. Kami menunjuk salah seorang anak untuk menjawab pertanyaan dari kami dan menuliskannya pada kolom yang telah disediakan. Setelah selesai, kami berlanjut ke permainan yang kedua yaitu menyebutkan kosa kata dengan huruf terakhir dari yang sebelumnya disebutkan, menjadi huruf paling depan. Dengan begitu, mereka dapat mengembangkan kosakata Bahasa Indonesia mereka.
Metode yang kami terapkan adalah metode classroom, dimana kami mengajar di depan hadapan mereka seperti guru atau dosen kemudian anak-anak bimbel duduk mendengarkan sambil melakukan tanya jawab. Hal positif menurut kelompok kami dari metode classroom adalah kami dapat melihat wajah anak dengan mudah sehingga kami bisa lebih mudah untuk membaca keadaan lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal yang masih kurang baik adalah kita tidak dapat mengetahui mana anak yang sudah mengerti mana yang belum mengerti karena anak-anak bimbel masih malu-malu sehingga kami pun sulit untuk mengajar dengan cara classroom.
    Pada pertemuan pertama ini, terdapat beberapa nilai pancasila, dan berikut pembahasannya.
Yang pertama adalah nilai agama. Kami sadar bahwa kami dan pada anak-anak bimbel memiliki agama yang berbeda-beda, tetapi kami tetap saling menghargai tanpa menjelek-jelekan agama lain. Selain itu sebelum memulai pengajaran dan setelah selesai pengajaran kami berdoa menurut agama kami masing-masing. Yang kedua adalah nilai kemanusiaan. Nilai kemanusiaan sangatlah kami junjung tinggi, sehingga kami tau hak dan kewajiban kami sebagai pengajar. Hal ini membuat kami ingin menjadikan anak-anak menjadi warga negara yang cerdas dan berkarakter. Yang ketiga adalah nilai demokratif. Dalam melakukan pengajaran terdapat sesi untuk berpendapat. Dari pertanyaan yang kami berikan, anak-anak memiliki pendapat yang berbeda-beda sehingga kita bisa menghargai hal tersebut secara demokrasi. Dan yang keempat adalah nilai keadilan. Nilai keadilan ini membuat kami sadar bahwa kami harus mengajari anak-anak secara adil tanpa membeda-bedakan mereka. Sehingga anak-anak mendapatkan ilmu yang sama.

  1. Penutup
    Pada hari pertama kami mengajar, kami masih merasa kurang dalam berkomunikasi dengan mereka karena kami baru pertama kali bertemu dengan anak-anak. Dan juga kami merasa masih kurang persiapan untuk membekali ilmu untuk anak-anak.
Dengan kekurangan itu akan kami jadikan sebagai bahan pelajaran untuk lebih aktif lagi kepada anak-anak dan juga lebih mempersiapkan diri supaya pada saat kegiatan belajar mengajar tersebut tidak memiliki suasana yang canggung sehingga kami dapat berkomunikasi dengan anak lebih nyaman. Kami juga akan mempersiapkan materi pelajaran yang sesuai dengan LKS anak-anak pada pertemuan berikutnya. Kami berencana akan membagi tugas mengajar pada pekan berikutnya dikarenakan adanya perbedaan Grade pada siswa-siswi di panti tersebut.




Tuesday, 23 February 2016

MiStor: Tukeran Velg Sama Aldo



Photo By: Raynaldo K.


Niatnya tukeran velg sebenernya karena gesrot fender, yaudah akhirnya tukeran lah sama aldo yang offset velgnya itu lebih masuk ke dalem. Velg carlsson gue itu ETnya 38 sedangkan velgnya si aldo ET 41.

Setelah tukeran ya emang ga gesrot sih aman, tapi pas abis pasang velgnya malem malem, bautnya masih kendor sampai di depan citra gran sama rama ban gue gluduk gluduk belom kenceng, untung ada supir taksi mau bantuin dan minjemin kunci rodanya yang bisa masuk ke baut velg gue, terus ada dwas juga mau dateng bantuin bawa kunci kunci, akhirnya setelah dipastikan semua udah kenceng, barulah saya nganter rama pulang lalu gue juga pulang kerumah dengan kecepatan maksimal 80 kmh karena ngeri lepas itu velg.

Besoknya karena mau ganti oli, ya sekalian aja minta bengkel kencengin baut bautnya dari pada kenapa kenapa di jalan..

2 minggu kemudian karena gue perotes mulu gamau pake bannya aldo yaitu achilles 123s karena berisiknya parah, yaudahlah akhirnya aldo menuruti kemauan gue buat tukeran ban di daerah bintaro, kita ketemuan di bxc terus jalan bareng ke tukang ban lalu patungan buat bongkar pasang bannya, tapi sayangnya gue butuh balancing kayaknya karena tiap 140++ stir udah geter geter ga jelas..

Thursday, 18 February 2016

DOWNLOAD Firmware LCD SHARP 24LE155 24 Inch



Buat kalian yang TVnya Error dengan gejala-gelaja sebagai berikut:

- Layar Blank
- Lampu Indikator On

Tenang aja itu bukan rusak hardware, cuman rusak firmware..
Yaudah kita update aja firmwarenya biar nyala lagi TVnya, caranya sebagai berikut:

"Karena Ini Gratis, Sebagai ganti donasinya, Donatur dimohon mengklik semua iklan di blog ini"

Download Bahan/Firmwarenya: Dimari

1. Flashdisk Harus Berformat FAT32
2. Extract File "Alpaca_MM_Asia_Pack03_v1.14.img" Ke Flashdisk.
3. Colok Flashdisk Ke TV.
4. (Pastikan Colokan Listrik dalam keadaan dicabut) Tekan dan Tahan Tombol Power lalu colokan listrik, Jika layar sudah biru tombol power boleh di lepas.
5. Jika Proses Update telah selesai, silahkan cabut lalu colok lagi listriknya.
 
 
 
Pertanyaan Silahkan tanyakan di kolom komentar! Jangan lupa klik iklan jika berhasil!

Wednesday, 20 January 2016

MiStor: Ganti Shock!

Kali ini ga ada fotonya karena lupa buat foto

Ya jadi beberapa waktu yang lalu lagi ada rejeki, udah lama pengen ganti shock belakang karena pengen ceper, okelah ganti di midun lagi, kena 500rb. belakang doang. 

Yaudah sebenernya gitu aja ganti shock, terus pas di coba lah malah jadi gesrot, jadi sampe sekarang belom berani pendekin lagi gara2 fender laknat. masih 2 jari dari fender.

Dan juga kemarin sempet ada masalah sama shock belakang kanan ada bunyi2 aneh akhirnya gua balik lagi dan minta benerin, dan bener.. tapi keluar masalah kedua sebelah kiri yang bunyi dan bunyinya sama persis dengan yang kanan.. yaudahlah nanti bawa lagi sekalian pendekin lagi setelah roll fender nanti.. 

hmm..

Tuesday, 8 December 2015

TFI: PAUD Last Meet.

Pembelajaran di PAUD Bani Rouf dalam penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia(TFI)
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/d/d6/Logo_Binus.jpg
Kelas : LP01
Dosen : Frederikus Fios ( D3093)
Waktu : Sabtu, 28 November 2015
Jam : 08.00 –  10.00
Jumlah anak didik : -+ 52 Orang
Lokasi : Rt 03 / Rw 012 . Bugel- karawaci.

Anggota yang hadir : (Dari kiri ke kanan)


1. Juliano Chandra
2. Fachreza Audrian Naufal
3. Alvi syahri
4. Muhammad Rifky romadhon
5. Abdul Aziz Ermawan
6. Aldryan Faza (Paling Bawah)



II. Bagian Isi

A. Teori Acuan

Kami di kelas CB, diajarkan untuk jujur dan tegas, dan dilarang untuk melakukan kejahatan intelektual. Dan melakukan semuanya atas berkat pedoman negara kita yaitu Pancasila. Dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti yang kami lakukan saat ini, Pancasila Turut Berikut serta menjadi pedoman kami.

B. Persiapan Kegiatan

Pertemuan ke 5, ini adalah pertemuan terakhir kita dengan mereka , pastinya ini adalah pengalaman bagi kami semua , mulai dari mengajar anak anak , memasuki dunia anak anak, dan bermain dengan anak anak . Sehabis uts yaitu pada hari kamis , kami memutuskan untuk mengajar pada hari sabtu , dikarenakan pada hari sabtu semua kelas digabung menjadi satu kelas besar . Pada tanggal 28 November 2015 , kami semua menentukan materi apa yang ingin kita bawakan nanti.

C. Metode Pengajaran

Metode Pengajaran yang kami terapkan adalah Hybrid Yaitu Gabungan Dari Classroom dan Mentoring. Hal Positifnya: Cepatnya Siswa mengerti apa yang diajarkan oleh kita. Negatifnya: Waktu yang kurang efisien. Tapi saat ini kami sudah bisa mengatur waktu agar efisien.



D. Pengukuran Kinerja
  • Survey Eksternal


Menurut hasil evaluasi, kami semua sudah mampu menguasai anak anak dan sudah mulai bisa masuk ke dalam dunia anak anak begitu juga dengan cara mengajar kami yang tadinya kaku dan sekarang kami semua lebih santai,tidak kaku lagi. Mereka harapkan agar ilmu yang kita dapatkan di PAUD Bani Rouf dapat bermanfaat untuk kita nanti.
  • Survey Internal


Manurut Kami, Karena sudah terbiasa menjadi pengajar di PAUD ini, jadi memang kami sudah lebih rilex dalam mengajarnya. Semoga ilmu yang kita dapatkan akan berguna untuk sekarang esok dan seterusnya.









Hasil Kegiatan:

A. Pada pertemuan ke 5 ini kami mengajari berhitung , Kami memberikan materi mewarnai gambar dan juga Berhitung pertambahan maupun pengurangan. dan karena ini pertemuan terakhir, kami lebih memperbanyak bermainnya dari pada belajarnya, agar mereka tidak lupa dengan kami :).


B. Anak Anak sangat senang bermain bersama, Mewarnai bersama serta belajar bersama dengan kami, kami harapkan ilmu yang kami ajarkan dapat bermanfaat bagi masa depan mereka di waktu yang kelak nanti.



Kesimpulan Kegiatan:

Tujuan dari pelaksanaan CB ini adalah untuk membantu dan berbagi ilmu kepada adik adik yang berada di sekolah tingkat PAUD, dan kita juga dapat berbagi kepada orang lain, dimana kita kuliah tidak hanya melaksanakan kegiatan didalam kelas tetapi juga diluar kelas, ini juga bertujuan untuk meningkatkan soft skill yang kita miliki. Perbaikan yang akan kami lakukan selanjutnya adalah, kami akan mengembangkan proses pembelajaran baik melalui media gambar atau visualisasi secara langsung agar semua anak paud dapat menerima informasi secara baik dan lebih mendalam lagi agar adik adik dapat menyerap ilmu sebanyak dan sebaik baiknya untuk memberi pemahaman yang baik kepada seluruh murid Dan kami juga akan memberikan pembelajaran yang lebih mudah dimengerti oleh anak anak tersebut, karena kami menyadari masih banyak kekurangan di dalam diri kami karena kami masih dalam proses belajar.

Kumpulan Foto:








Saturday, 14 November 2015

TFI: PAUD 4th Meet.

Pembelajaran di PAUD Bani Rouf dalam penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia(TFI)
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/d/d6/Logo_Binus.jpg
Kelas : LP01
Dosen : Frederikus Fios ( D3093)
Waktu : Jumat, 13 November 2015
Jam : 08.00 –11.45
Jumlah anak didik : 26 Orang
Lokasi : Rt 03 / Rw 012 . Bugel- karawaci.

Anggota yang hadir : (Dari kiri ke kanan)


1. Juliano Chandra
2. Fachreza Audrian Naufal
3. Alvi syahri
4. Muhammad Rifky romadhon
5. Abdul Aziz Ermawan
6. Aldryan Faza (Paling Bawah)



II. Bagian Isi

A. Teori Acuan

Kami di kelas CB, diajarkan untuk jujur dan tegas, dan dilarang untuk melakukan kejahatan intelektual. Dan melakukan semuanya atas berkat pedoman negara kita yaitu Pancasila. Dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti yang kami lakukan saat ini, Pancasila Turut Berikut serta menjadi pedoman kami.

B. Persiapan Kegiatan


Pertemuan ke 4 , awalnya kami membuat kesepakatan dengan pihak paud bani rouf untuk mengajar pada hari sabtu tanggal 14 November 2015 . Tetapi pada H-2 kami mendengar kabar bahwa hari sabtu terdapat Try Out yang diadakan oleh HIMTI, akhirnya kami meminta izin untuk memajuka jadwal yang telah kami sepakati , akhirnya kami mengajar pada hari  jumat. Malamnya kami mencari materi , dan mencari makanan ringan untuk diberikan kepada siswa siswi yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami.

            Kami sampai dilokasi sekitar jam 07.15 , dan kami menunggu karena siswa siswinya berdoa terlebih dahulu yang dipimpin oleh guru yang berada disana . Kami sudah siap dengan semua materi yang akan kami bawakan , dan tidak sabar untuk membagikan hadiah bagi siswa/siswi yang dapat menjawab pertanyaan dari kami akan tetapi ada satu anggota dari kami yang tidak mengajar dikarenakan ada acara/ ada janji .


C. Metode Pengajaran

Metode Pengajaran yang kami terapkan adalah Hybrid Yaitu Gabungan Dari Classroom dan Mentoring. Hal Positifnya: Cepatnya Siswa mengerti apa yang diajarkan oleh kita. Negatifnya: Waktu yang kurang efisien. Tapi saat ini kami sudah bisa mengatur waktu agar efisien.



D. Pengukuran Kinerja
  • Survey Eksternal


Menurut hasil evaluasi, kami semua sudah mampu menguasai anak anak dan sudah mulai bisa masuk ke dalam dunia anak anak begitu juga dengan cara mengajar kami yang tadinya kaku dan sekarang kami semua lebih santai,tidak kaku lagi.
  • Survey Internal


Menurut kami , memang kami semua sudah mulai bisa masuk kedalam dunia anak anak, kami mulai merasakan nyaman dan senang ketika membuat anak anak tertawa,senang,dan terhibur. Karena kami nyaman dan kami suka lah akhirnya kami bisa lebih baik lagi dari sebelumnya.    







Hasil Kegiatan:

A. Pada pertemuan ke 4 ini kami mengajari berhitung , memberikan materi bahasa inggris(Macam macam kendaraaan, seperti : Pesawat,kereta,mobil,sepeda,motor) dan mewarnai gambar dengan rapih dan indah . Kami tuntun anak-anak untuk mewarnai , agar mereka mewarnainya tidak keluar dari garis, kami berikan materi bahasa inggris agar mereka bisa menambah wawasan mereka juga dalam bahasa inggris


B. Anak anak sangat antusias akan keberadaannya kami disana , mereka menikmati semua materi yang kami berikan mereka juga sangat semangat sekali ketika kami memulai untuk bernyanyi , ketika kami mengajukan pertanyaan yang telah kami siapkan dan mereka sangat senang ketika kami memberikan hadiah kepada mereka yang bisa menjawab pertanyaan dari kami.



Kesimpulan Kegiatan:

Tujuan dari pelaksanaan CB ini adalah untuk membantu dan berbagi ilmu kepada adik adik yang berada di sekolah tingkat PAUD, dan kita juga dapat berbagi kepada orang lain, dimana kita kuliah tidak hanya melaksanakan kegiatan didalam kelas tetapi juga diluar kelas, ini juga bertujuan untuk meningkatkan soft skill yang kita miliki.

Perbaikan yang akan kami lakukan selanjutnya adalah, kami akan mengembangkan proses pembelajaran baik melalui media gambar atau visualisasi secara langsung agar semua anak paud dapat menerima informasi secara baik

dan lebih mendalam lagi agar adik adik dapat menyerap ilmu sebanyak dan sebaik baiknya untuk memberi pemahaman yang baik kepada seluruh murid

Dan kami juga akan memberikan pembelajaran yang lebih mudah dimengerti oleh anak anak tersebut, karena kami menyadari masih banyak kekurangan di dalam diri kami karena kami masih dalam proses belajar.

Kumpulan Foto: